Rumah Cerdas dengan Teknologi AI: Jawaban Cerdas untuk Tempat Tinggal di Masa Mendatang

Sidoarjo – Otomatisasi rumah yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam teknologi perumahan. Dengan kemampuan AI untuk memahami kebiasaan pengguna dan menyesuaikan diri secara mandiri, sistem rumah pintar dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan, efisiensi energi, dan keamanan tempat tinggal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BINUS University (2025), teknologi AI mendukung perangkat rumah pintar untuk mempelajari pola penggunaan seperti suhu, pencahayaan, dan gadget elektronik, kemudian menyesuaikan setingnya secara otomatis demi meningkatkan kenyamanan dan efisiensi energi. Salah satu keuntungan besar dari rumah pintar berbasis AI ialah kemampuannya untuk mengikuti pola hidup penghuni. Contohnya, termostat pintar dapat mengenali kapan penghuni ada di rumah dan mengatur suhu ruangan untuk memberikan kenyamanan tanpa menggunakan energi secara berlebihan. Penelitian dari PilarInterior. id (2025) menunjukkan bahwa sistem otomatisasi rumah dengan AI dapat mengelola pencahayaan, temperatur, serta perangkat elektronik hanya lewat satu aplikasi di ponsel, dan juga menyesuaikan pengaturan berdasarkan aktivitas pengguna. Asisten virtual seperti Alexa, Google Assistant, dan Siri semakin cerdas dan tanggap, bahkan mampu menyalakan lampu, mengunci pintu, atau menyiapkan kopi sebelum penghuni bangun.

Keamanan adalah elemen penting yang diperkuat oleh sistem rumah pintar yang menggunakan kecerdasan buatan. Berdasarkan penelitian dari Microthings. id (2025), kamera pengawas cerdas, sistem alarm berbasis kecerdasan buatan, dan kunci digital memiliki kemampuan untuk mendeteksi perilaku mencurigakan serta memberikan pemberitahuan langsung ke ponsel pengguna. Sistem ini juga dapat membedakan antara aktivitas yang biasa (seperti hewan peliharaan atau anggota keluarga) dan yang mencurigakan, sehingga mengurangi terjadinya alarm palsu dan meningkatkan ketepatan sistem keamanan. Fitur biometrik serta kamera yang menggunakan kecerdasan buatan juga memungkinkan pengenalan wajah penghuni rumah, sehingga hanya orang yang berwenang yang dapat masuk. Rumah pintar yang menggunakan kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan, tetapi juga mendukung penggunaan sumber energi terbarukan. Menurut penelitian dari Samsung di CES 2025, platform SmartThings memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola pemakaian energi dari panel surya, memantau konsumsi, dan secara otomatis mengoptimalkan distribusi listrik. Kerjasama dengan teknologi blockchain dan augmented reality (AR) juga semakin berkembang, memungkinkan pengelolaan data yang lebih aman dan memberikan pengalaman interaktif di dalam rumah.

Sistem hunian pintar yang didukung oleh AI juga memungkinkan pengguna untuk memantau penggunaan energi secara langsung. Berdasarkan studi dari Microthings. id (2025), perangkat sensor yang cerdas dapat mengawasi pemakaian listrik, air, dan gas, serta memberi tahu jika ada kebocoran atau pemborosan. Alat pengukur kualitas udara juga mampu mendeteksi polusi di dalam ruangan dan menyesuaikan ventilasi secara otomatis, sehingga dapat melindungi kesehatan penghuni dan menghindari pertumbuhan jamur.

 

Penulis : AMP