Sidoarjo – Internet of Things (IoT) telah menjadi elemen penting dalam kemajuan teknologi energi modern. Dengan memanfaatkan jaringan internet, berbagai perangkat elektronik dapat berinteraksi dan mengatur energi secara cerdas, baik untuk rumah, industri, maupun dalam jaringan distribusi listrik nasional. Penerapan IoT dalam sistem listrik memberikan banyak keuntungan yang signifikan, termasuk peningkatan efisiensi energi, pengurangan biaya, serta peningkatan keamanan dan keandalan sistem. IoT dalam jaringan listrik merujuk pada penggabungan sensor, perangkat, dan sistem kontrol yang terhubung melalui internet. Dengan teknologi ini, sistem dapat mengawasi, menganalisis, dan mengatur penggunaan daya secara langsung. Contohnya, sensor IoT dapat dipasang pada perangkat listrik seperti AC, pemanas air, atau oven untuk memantau konsumsi energi secara otomatis. Data yang diperoleh dapat diakses melalui aplikasi pintar, memberi kesempatan kepada pengguna untuk memantau penggunaan energi dan mengambil keputusan penghematan yang tepat.
Salah satu keuntungan utama dari penerapan IoT dalam sistem kelistrikan adalah peningkatan efisiensi energi. Teknologi IoT memungkinkan pemantauan penggunaan listrik dengan tepat, sehingga pengguna dapat mengetahui perangkat mana yang paling banyak mengonsumsi energi. Dengan informasi ini, pengguna dapat mengelola pemakaian listrik, seperti mematikan perangkat yang tidak sedang digunakan atau mengatur penggunaan pada waktu beban rendah. Dalam konteks industri, sistem IoT dapat mengoptimalkan penggunaan energi dengan cara mengelola beban listrik secara otomatis. Teknologi ini dapat mendeteksi beban yang tidak diperlukan dan mematikan perangkat yang tidak penting selama waktu sibuk, sehingga mengurangi risiko kelebihan beban dan mengurangi pemborosan energi. Akibatnya, biaya operasional dapat ditekan dengan signifikan. IoT juga menyediakan solusi untuk pemeliharaan prediktif pada sistem kelistrikan. Sensor cerdas dapat mendeteksi gangguan pada perangkat listrik, seperti peningkatan arus, korsleting, atau masalah pada jaringan. Sistem ini akan memberi notifikasi sebelum terjadi kerusakan, memungkinkan operator untuk melakukan perbaikan lebih awal. Ini membantu menghindari kerusakan yang tiba-tiba dan mengurangi pengeluaran untuk perbaikan yang mahal. Selain itu, pemeliharaan prediktif juga meningkatkan keandalan pasokan listrik, karena gangguan dapat diantisipasi sebelum menyebabkan pemadaman.
Keamanan adalah hal yang sangat krusial dalam sistem listrik. IoT dapat berfungsi untuk mengidentifikasi kemungkinan bahaya, seperti lonjakan energi atau korsleting, yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran. Sensor IoT yang terhubung dengan jaringan listrik dapat secara otomatis mengaktifkan alarm atau menghentikan aliran listrik saat mendeteksi adanya masalah. Dengan cara ini, peluang kebakaran akibat masalah listrik dapat dikurangi, dan keamanan dari keseluruhan sistem dapat ditingkatkan. Selain itu, IoT juga mendukung pengintegrasian sistem listrik dengan sumber energi terbarukan, termasuk panel surya dan turbin angin. Sistem IoT dapat mengelola distribusi energi dari sumber-sumber tersebut dengan cara yang efisien, sehingga menjaga stabilitas daya dan efektivitas sistem. Ini sangat penting dalam mendukung peralihan menuju energi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Berbagai penelitian telah menunjukkan dampak positif dari penggunaan IoT dalam sistem listrik. Contohnya, penerapan IoT dengan metode Fuzzy Sugeno pada beban tiga fase berhasil meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem. Sistem ini memanfaatkan sensor untuk memantau parameter listrik secara langsung dan melakukan pengambilan keputusan untuk perlindungan secara otomatis melalui logika fuzzy. Hasil uji menunjukkan bahwa akurasi pengukuran tegangan mencapai 99,76%, sementara akurasi pengukuran arus dan daya berkisar antara 97-98%. Pelaksanaan monitoring melalui aplikasi juga memungkinkan pengguna untuk memantau parameter kelistrikan dari jarak jauh dengan cara yang efektif.
Penulis : AMP















