Pembelajaran dan Pendampingan Karya Tulis Ilmiah Digelar di Prodi Teknik Elektro UMSIDA

Sidoarjo — Kegiatan pembelajaran dan pendampingan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dengan melibatkan siswi MTsN Probolinggo sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta minat peserta didik dalam bidang penelitian ilmiah sejak dini, khususnya dalam menyusun karya tulis ilmiah yang sistematis, kritis, dan berbasis data.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sembilan siswi MTsN Probolinggo yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Setiap kelompok terdiri atas tiga orang anggota yang bekerja secara kolaboratif dalam proses pembelajaran dan pendampingan. Pembagian kelompok ini dilakukan untuk melatih kerja sama tim, pembagian peran, serta diskusi ilmiah dalam merumuskan ide penelitian.

Pendampingan KTI ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung dalam memahami tahapan penelitian. Para peserta dibimbing untuk mengenal konsep dasar penelitian ilmiah, mulai dari menentukan permasalahan, mencari sumber rujukan yang relevan, hingga merancang sistem penelitian yang tepat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para siswi mampu memahami bahwa penelitian bukan sekadar menulis, melainkan sebuah proses berpikir ilmiah yang runtut dan logis.

Salah satu pemateri dalam kegiatan ini adalah Dr. Izza Anshory, yang menyampaikan penjelasan mengenai tahapan dasar dalam melakukan penelitian ilmiah. Dalam pemaparannya, Dr. Izza menekankan bahwa proses penelitian harus diawali dengan langkah yang tepat agar hasil yang diperoleh dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dikaji.

“Tahapan peneliti yang pertama yaitu mengidentifikasi masalah. Peneliti harus peka terhadap fenomena di sekitar, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, untuk menemukan masalah yang layak diteliti,” ujar Dr. Izza Anshory di hadapan para peserta. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi masalah merupakan fondasi utama dalam penelitian ilmiah, karena kualitas penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan perumusan masalah.

Setelah tahap identifikasi masalah, Dr. Izza menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah membaca literatur sebagai bahan pendukung penelitian. Literatur yang dimaksud dapat berupa jurnal ilmiah, buku akademik, maupun sumber ilmiah lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Namun, ia mengingatkan agar peneliti tidak menggunakan referensi yang terlalu lama.

“Untuk literatur, jangan memakai penelitian yang terlalu lama karena studi itu selalu update. Ilmu pengetahuan terus berkembang, sehingga peneliti perlu merujuk pada hasil penelitian terbaru agar kajian yang dilakukan tetap relevan,” jelasnya. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanamkan kesadaran kepada peserta bahwa penelitian ilmiah harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak terjebak pada referensi yang sudah usang.

Dr. Izza juga menambahkan bahwa membaca literatur bukan hanya bertujuan untuk mengumpulkan referensi, tetapi juga untuk memahami posisi penelitian yang akan dilakukan. Dengan membaca jurnal-jurnal pendukung, peneliti dapat mengetahui apa saja yang sudahditeliti sebelumnya, temuan apa yang telah dihasilkan, serta celah penelitian yang masih dapat dikembangkan. Hal ini menjadi penting agar penelitian yang dilakukan memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah.

Tahapan berikutnya yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah merancang sistem penelitian. Menurut Dr. Izza, setelah masalah teridentifikasi dan literatur pendukung dipahami, peneliti harus menyusun rancangan penelitian yang sistematis. Rancangan ini meliputi penentuan tujuan penelitian, metode yang digunakan, teknik pengumpulan data, serta cara menganalisis data.

“Tahapan selanjutnya yaitu merancang sistem penelitian untuk mendapatkan solusi tentang masalah yang ditemukan,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa sistem penelitian yang baik akan membantu peneliti memperoleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan dari penelitian tersebut tidak bersifat asumtif, melainkan berdasarkan fakta dan analisis yang jelas.

Selama kegiatan berlangsung, para siswi terlihat antusias mengikuti setiap sesi pendampingan. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba menerapkan materi yang disampaikan ke dalam rancangan penelitian kelompok masing-masing. Pendekatan diskusi kelompok ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar ide, mengemukakan pendapat, serta belajar menghargai pandangan orang lain.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan latihan praktik, seperti merumuskan masalah penelitian sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta. Dengan cara ini, peserta diajak untuk memahami bahwa penelitian ilmiah tidak selalu harus berangkat dari isu yang rumit, melainkan dapat dimulai dari permasalahan kecil yang sering ditemui di lingkungan sekitar.

Pendampingan KTI ini dinilai penting sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi dan berpikir kritis di kalangan pelajar madrasah. Melalui kegiatan ini, siswi MTsN Probolinggo diharapkan mampu memahami dasar-dasar penelitian ilmiah sekaligus memiliki kepercayaan diri untuk menuangkan gagasan mereka dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kemampuan menulis dan meneliti peserta didik semakin berkembang. Dengan pembinaan yang konsisten, pelajar diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya tulis ilmiah untuk keperluan akademik, tetapi juga menjadikan penelitian sebagai sarana untuk memecahkan masalah dan berkontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan pembelajaran dan pendampingan KTI yang dilaksanakan pada Jumat tersebut menjadi langkah awal yang strategis dalam membekali siswi MTsN Probolinggo dengan keterampilan penelitian. Melalui pemahaman tahapan penelitian yang benar, mulai dari identifikasi masalah, kajian literatur yang mutakhir, hingga perancangan sistem penelitian, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis : ARF