Inovasi Mahasiswa UMSIDA Hadirkan Prototype PLTS untuk Mendukung Penanganan Bencana Alam

Sidoarjo, Minggu 14 Desember 2025 — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi tepat guna melalui kegiatan pengembangan Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Catu Daya untuk Daerah Bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan solusi energi alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber listrik sementara ketika terjadi pemadaman akibat bencana alam, yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api dunia memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung berapi. Salah satu dampak utama dari bencana tersebut adalah terputusnya pasokan listrik, yang dapat menghambat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta aktivitas masyarakat terdampak. Melihat kondisi tersebut, tim dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menginisiasi pengembangan prototype PLTS sebagai catu daya darurat yang lebih ramah lingkungan dan mudah dioperasikan.

Pengembangan prototype PLTS catu daya ini meliputi serangkaian kegiatan teknis yang dirancang untuk meningkatkan keandalan sistem di kondisi ekstrem. Salah satu fokus utama dalam pengembangan adalah perbaikan dan penyempurnaan genset yang difungsikan sebagai sumber daya cadangan apabila suplai energi surya tidak mencukupi. Dengan adanya genset cadangan, sistem diharapkan tetap mampu menyediakan listrik secara berkelanjutan pada situasi darurat.

Selain itu, tim juga melakukan penambahan modul Global Positioning System (GPS) pada sistem PLTS. Integrasi GPS ini memungkinkan pemantauan lokasi dan mobilitas sistem secara real-time, sehingga memudahkan proses distribusi dan pengawasan alat saat digunakan di daerah bencana. Fitur ini dinilai penting mengingat kondisi lapangan yang sering kali berubah dan membutuhkan sistem yang fleksibel serta mudah dilacak.

Untuk meningkatkan daya tahan alat, dilakukan pula pemasangan pelindung plastik pada komponen-komponen vital PLTS. Pelindung ini berfungsi untuk melindungi sistem dari paparan air, debu, dan cuaca ekstrem yang umum terjadi di wilayah bencana. Dengan perlindungan tambahan tersebut, usia pakai dan keandalan alat diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Tahapan pengembangan tidak berhenti pada perakitan dan modifikasi komponen. Tim pelaksana juga melakukan uji coba komponen secara menyeluruh guna memastikan setiap bagian sistem berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang dirancang. Pengujian ini meliputi panel surya, baterai penyimpanan, inverter, genset cadangan, hingga sistem monitoring. Setelah itu, dilakukan uji coba sistem secara langsung di lingkungan lapangan sebagai uji akhir untuk menilai performa dan keandalan PLTS dalam kondisi mendekati situasi bencana sebenarnya.

Kegiatan pengembangan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tim pelaksana terdiri dari dosen pembimbing yang berpengalaman di bidang teknik, di antaranya Dr. Ir. Jamaaluddin, MM, serta ketua dan anggota tim yang turut berperan aktif dalam perancangan dan pengujian sistem. Dari unsur mahasiswa, kegiatan ini diikuti oleh Mohammad Akmaludin dan Dandi Bagus Sajiwo, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UMSIDA.

Dandi Bagus Sajiwo, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2023 yang terlibat langsung dalam proyek tersebut, menyampaikan harapannya terhadap pengembangan prototype PLTS ini. Menurutnya, alat ini memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana, khususnya ketika pasokan listrik utama terputus.

“Diharapkan di negara kita Indonesia yang sering terjadi bencana alam dan mengakibatkan pemadaman listrik mempunyai alat yang seperti ini yang berguna untuk membantu menerangi listrik sementara waktu saat ada bencana alam. Harapan saya semoga alat yang dikembangkan ini ke depannya bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dandi.

Ia menambahkan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini memberikan pengalaman berharga, tidak hanya dalam aspek teknis pengembangan sistem kelistrikan, tetapi juga dalam memahami peran teknologi sebagai solusi nyata bagi permasalahan sosial dan kemanusiaan. Melalui proyek ini, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis, inovatif, serta mampu bekerja sama dalam tim lintas keahlian.

Dari sisi institusi, pengembangan prototype PLTS ini menjadi bagian dari upaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam mendorong penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah rawan bencana.

Ke depan, prototype PLTS catu daya ini diharapkan dapat terus disempurnakan, baik dari segi kapasitas daya, efisiensi sistem, maupun kemudahan mobilisasi. Dengan pengembangan lanjutan dan dukungan berbagai pihak, alat ini berpotensi untuk direplikasi dan digunakan secara lebih luas oleh lembaga kebencanaan, relawan, maupun pemerintah daerah sebagai bagian dari sistem tanggap darurat bencana.

Melalui inovasi ini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menghadirkan solusi teknologi untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Indonesia.

 

Penulis : ARF